Stop, Think, Observe, Plan


Ada kalanya ketika kita berpetualang di alam bebas menghadapi hal yang tidak terduga. Seperti tersesat atau terpisah dari kelompok Anda. Jika ini terjadi, apa yang menyelamatkan kita dari situasi ini? Stop, Think, Observe, Plan.

Kita tahu, sahabat semua telah merencanakan dan menentukan rute perjalanan serta mengetahui bagaimana menggunakan peta dan kompas. Tapi masalah seperti tersesat di alam bebas bukan bagian dari rencana awal kita. 

Apa itu STOP?
STOP! adalah Stop, Think, Observe, Plan. STOP! adalah latihan survival pola pikir. Sikap positif mental untuk bertahan hidup saat tersesat atau terluka. Keadaan dimana harus berkata pada diri sendiri "Aku harus pulang!". Keadaan dimana yang ditemukan tim penyelamat adalah seseorang atau kelompok hidup, bukan tubuh yang tak bernyawa.

STOP!
Berhenti, sadarkan diri dan mengakui kepada diri sendiri bahwa kamu dalam masalah. Tenangkan pikiran dan jangan panik, atau kehilangan harapan dan situasi menjadi fatal. Duduklah di tempat kamu sadar telah tersesat, kecuali kamu berada di lokasi yang menimbulkan bahaya. Jangan pergi dari tempat saat ini jika malam hari, sebaiknya berfikir apa yang akan kita lakukan selanjutnya.

THINK!
Berfikir, bagaimana cara untuk bertahan hidup. Cobalah untuk mengingat titik referensi yang bisa digunakan untuk menentukan lokasi saat ini. Memperkirakan persediaan yang ada. Memperkirakan waktu dan jarak kemana akan melangkah atau diam di tempat menunggu tim penyelamat. 

OBSERVE!
Amati, pertimbangkan cuaca, suhu dan bahaya situasional dari waktu ke waktu seperti masalah persediaan air. Keluarkan kompas, tentukan dari mana dan dimana titik lokasi saat ini. Bersiaplah untuk mengatasi masalah sedini mungkin dengan peralatan dan sumber yang tersedia. Faktor-faktor lingkungan harus dipertimbangkan. 

PLAN!
Rencanakan apa yang harus kita lakukan. Jangan tunggu sampai gelap untuk merencanakan! Dan jangan terlalu lama merencanakan hingga hari gelap kita baru memutuskan! Apakah kita harus membangun tempat berlindung? membuat api? sinyal penyelamatan? alat pertahanan diri? atau beranjak dari tempat saat ini. Jika harus membuat api, padamkan saat melangkah pergi. Jangan sampai membakar apapun kecuali semangat, semangat untuk hidup.

Jangan pergi dari tempat dimana kita tinggal sekarang, kecuali jika kamu yakin akan menemukan jalan keluar tanpa keraguan. Ingat! keyakinan ini kadang membuat kita melakukan hal bodoh. Jika salah melangkah, bisa saja kita menemukan masalah yang lebih dalam. Berjalan tanpa tujuan hanya akan membuat pencarian lebih sulit. Tetap tinggalkan jejak atau tanda kemana kamu akan melangkah. Dengan ini, tim penyelamat yang terlatih akan mudah menemukan keberadaan kita. Semakin jauh berjalan, semakin lama waktu yang dibutuhkan tim penyelamat untuk menemukan. Selain itu jika kita salah arah, maka akan memudahkan kita untuk kembali ke tempat sebelumnya.

Kita tidak bisa bertahan untuk hidup jika kita tidak mempunyai kemauan untuk bertahan hidup. Gunakan kepala untuk memutuskan apa yang harus kita lakukan dan kemana akan melangkah. Your brain is your best survival tool!

Ada kalanya ketika kita berpetualang di alam bebas menghadapi hal yang tidak terduga. Seperti tersesat atau terpisah dari kelompok Anda. Jika ini terjadi, apa yang menyelamatkan kita dari situasi ini? Stop, Think, Observe, Plan.